EMPAT PKBM DARI KABUPATEN BANGGAI STUDI BANDING KE PKBM MANOTO

EMPAT PKBM DARI KABUPATEN BANGGAI STUDI BANDING KE PKBM MANOTO

EMPAT PKBM DARI KABUPATEN BANGGAI STUDI BANDING KE PKBM MANOTO

TOMINI, 11 Desember 2024 — PKBM MANOTO menerima kunjungan studi tiru dari empat Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) asal Kabupaten Banggai, Provinsi Sulawesi Tengah, pada Rabu, 11 Desember 2024. Kunjungan ini bertujuan mempelajari praktik pengelolaan administrasi kelembagaan serta pengembangan usaha produktif yang dibina oleh PKBM MANOTO.

Kegiatan studi tiru tersebut menjadi kesempatan bagi kedua pihak untuk berbagi pengalaman, memperluas wawasan pengelolaan pendidikan nonformal, dan mempelajari strategi pemberdayaan masyarakat melalui kegiatan usaha yang terintegrasi dengan program pendidikan.

Adaptasi Administrasi untuk Memperkuat Tata Kelola PKBM

Salah satu fokus kunjungan adalah mempelajari sistem administrasi dan tata kelola kelembagaan yang diterapkan PKBM MANOTO. Administrasi yang tertib dan terstruktur merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran penyelenggaraan pendidikan, pengelolaan program, serta pertanggungjawaban kegiatan.

Melalui kegiatan ini, perwakilan empat PKBM memperoleh kesempatan untuk mempelajari praktik administrasi yang dapat diadaptasi sesuai kebutuhan dan karakteristik lembaga masing-masing.

Pertukaran pengalaman tersebut diharapkan dapat membantu meningkatkan kapasitas pengelola dalam membangun sistem administrasi yang lebih efektif, tertib, dan akuntabel, sekaligus memperkuat kualitas layanan pendidikan kesetaraan.

Pelajari Usaha Produktif Binaan PKBM MANOTO

Selain administrasi, kunjungan studi tiru juga berfokus pada pengembangan usaha produktif yang dibina oleh PKBM MANOTO sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat dan pengembangan keterampilan kewirausahaan.

Beberapa bidang usaha yang menjadi perhatian peserta meliputi sablon digital kaos, percetakan PIN, dan pembuatan gantungan kunci. Kegiatan usaha tersebut memberikan gambaran mengenai peluang pengembangan keterampilan berbasis teknologi, produksi barang kreatif, serta potensi ekonomi yang dapat dikembangkan melalui kelompok usaha binaan.

Peserta mempelajari proses pengembangan usaha, pemanfaatan peralatan produksi, serta peluang mereplikasi model usaha sesuai dengan potensi sumber daya dan kebutuhan masyarakat di wilayah masing-masing.

Pengembangan usaha produktif melalui kelompok binaan juga dapat menjadi sarana pemberdayaan warga belajar, terutama dalam meningkatkan keterampilan praktis, menumbuhkan jiwa kewirausahaan, dan membuka peluang memperoleh penghasilan.

Mempelajari Mekanisme Dukungan Modal Usaha dari APBD Provinsi

Aspek lain yang menjadi perhatian dalam kunjungan ini adalah mekanisme memperoleh dukungan bantuan usaha melalui pendanaan APBD Provinsi Sulawesi Tengah, yang berkaitan dengan kelompok usaha binaan PKBM MANOTO.

Pembahasan ini memberikan wawasan kepada peserta mengenai pentingnya membangun kelompok usaha yang terorganisasi, menyiapkan administrasi yang diperlukan, menyusun rencana pengembangan usaha, serta memahami prosedur pengajuan bantuan sesuai dengan ketentuan program dan persyaratan yang berlaku.

Informasi mengenai mekanisme dukungan pemerintah daerah tersebut diharapkan dapat menjadi referensi bagi empat PKBM yang berkunjung untuk menjajaki peluang pengembangan usaha produktif di wilayah masing-masing.

Melalui pemahaman tersebut, satuan pendidikan nonformal diharapkan tidak hanya berperan dalam memberikan layanan pendidikan, tetapi juga mampu mengembangkan program pemberdayaan yang mendukung kemandirian ekonomi masyarakat.

Studi Tiru sebagai Sarana Kolaborasi dan Pemberdayaan

Kunjungan studi tiru ini menegaskan pentingnya kerja sama dan pertukaran praktik baik antarsatuan pendidikan nonformal. Pengalaman PKBM MANOTO dalam mengelola administrasi dan membina usaha produktif diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi PKBM lainnya untuk mengembangkan program serupa sesuai dengan potensi lokal.

Adaptasi tata kelola administrasi dan pengembangan usaha tidak harus dilakukan dengan menyalin seluruh model yang ada, tetapi dapat disesuaikan dengan kondisi kelembagaan, kebutuhan warga belajar, ketersediaan sumber daya, dan peluang ekonomi di masing-masing daerah.

Dengan demikian, kegiatan studi tiru diharapkan menjadi langkah awal bagi penguatan jejaring antarpengelola PKBM sekaligus mendorong lahirnya inovasi dalam penyelenggaraan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat.

Keterangan foto tidak tersedia.

PKBM MANOTO berkomitmen untuk terus berbagi pengalaman, mengembangkan usaha produktif, dan memperkuat peran pendidikan nonformal sebagai ruang pembelajaran sekaligus pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Belajar bersama, berbagi praktik baik, dan mengembangkan usaha produktif untuk mewujudkan PKBM yang mandiri dan berdaya.

Tuliskan Komentar Anda